Mohon perhatian !! Jangan pernah sungkan untuk sekedar bertanya mengenai pengerjaan dan biaya | kami bengkel las Bogor - bengkel las Maskuri akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan anda | Bengkel las terbaik dan rekomended dikota Bogor, Bergaransi | 0819-049-05254, 0812-839-80535, 57BEBF62, Whatsapp 081513328315
Selasa, 01 September 2015

Teknologi, Proses, dan Faktor Keamanan dalam Pengelasan

Saya itu orangnya suka blogging, suka berselancar kesana kemari mencari informasi yang bisa menambah ilmu dan kemudian tentunya kalau saya nemu ilmu yang saya rasa bermanfaat maka saya akan membaginya juga kepada orang lain, salah satu caranya ya lewat blog saya ini.

kali ini karena saya orang yang berkecimpung dibidang LAS, dan saya memiliki usaha bengkel las bogor maka saya selalu mencari informasi tentang teknologi, proses dan apapun mengenai usaha dalam bidang las, dan juga tentunya faktor keamanan dalam pengelasan juga diperhatikan. karena hidup itu sendiri berubah maka apa yang sudah kita mengerti sebelumnya harus ditambah dan ditambah setiap hari supaya kita bisa memberikan atau melakukan dengan maksimal apa yang kita kerjakan. hasilnya tentu akan lebih memuaskan.

Saya nemu jurnal ilmiah tentang Teknologi, Proses, dan Faktor Keamanan dalam Pengelasan. ini menarik buat saya dan saya akan berbagi kepada anda semua pengunjung blog ini. saya nemu artikel ini di tin105.weblog.esaunggul.ac.id. terimakasih saya ucapkan untuk artikel atau jurnal yang bagus ini.

Ini jurnal ya, bukan artikel sederhana. jadi ya panjang banget, dan Jurnal Teknologi Pengelasan ini lebih cocok untuk dibaca seorang tukang las atau bengkel las yang ingin mencari referensi tentang Teknologi, Proses Pengelasan, apa saja faktor keamanan dalam pengelasan dan semacamnya.

Makalah atau Jurnal Teknologi Pengelasan

I. Teknologi Pengelasan
"Pengelasan : Proses penyambungan dua buah (atau Lebih) logam sejenis maupun tidak sejenis dng mencairkan (memanaskan) logam tsb di atas atau di bawah titik leburnya, disertai dng atau tanpa tekanan & disertai atau tanpa logam pengisi."
Beberapa keuntungan penggunaan sambungan las (komersial & teknologi) :
- Pengelasan menghasilkan sambungan permanen.
- Sambungan lasan dapat lebih kuat dibandingkan material awal jika menggunakan logam pengisi & teknik pengelasan yang tepat.
- Umumnya pengelasan adalah proses penyambungan yang paling ekonomis ditinjau dari penggunaan material & biaya fabrikasi.
- Pengelasan tidak hanya terbatas di lingkungan pabrik, tetapi juga dapat digunakan di lapangan.

Beberapa keterbatasan & kelemahan sambungan las :
- Umumnya pengelasan dilakukan secara manual & memerlukan biaya operator yg mahal.
- Umumnya proses pengelasan membutuhkan energi besar yang cenderung berbahaya.
- Lasan sulit dibongkar, sehingga jika dibutuhkan pembongkaran produk utk perbaikan/ pemeliharaan, maka metode pengelasan tdk akan digunakan utk proses penyambungan produk tersebut.
- Sambungan las dapat menyelubungi cacat sehingga tidak terlihat. Cacat tersebut dapat mengurangi kekuatan sambungan.

Pengelasan sebagai Kegiatan Komersial :
Pengelasan dapat diaplikasikan di berbagai tempat dan di berbagai industri.
Sebagai sebuah teknologi penyambungan utk produk komersial, banyak proses pengelasan dilakukan di pabrik-pabrik. Tetapi beberapa proses pengelasan tradisional seperti Arc Welding (Las Listrik) & Oxyfuel Gas Welding (Las Oksigen) menggunakan perlengkapan yg mudah dipindah-pindah shg pengerjaannya tdk terbatas di pabrik saja, tetapi juga pengerjaan konstruksi di lapangan seperti : kapal laut, bengkel perbaikan otomotif, dll.

Secara prinsip pengelasan digunakan untuk :
1. Konstruksi (gedung, jembatan, dll).
2. Perpipaan, pressure vessels (ketel uap), boiler, tangki penampungan.
3. Bangunan kapal.
4. Pesawat udara & pesawat ruang angkasa.
5. Otomotif.

Umumnya pengelasan dilakukan oleh operator berpengalaman : Welder (Juru Las), dibantu oleh Fitter (Pembantu Juru Las).
Welder bertugas secara manual mengendalikan proses pengelasan untuk menggabungkan komponen satu dengan komponen lainnya.
Fitter bertugas mempersiapkan komponen, peralatan las, pemegang komponen yang akan di las (welding fixture).

Faktor Keamanan dalam Pengelasan
Proses pengelasan pada dasarnya berbahaya bagi manusia :
- Temperatur tinggi logam cair yg merupakan bagian yg akan di sambung.
- Pada las Oksigen, acetylene (sebagai bahan bakar) adalah bahan yang mudah terbakar.
- Proses pengelasan menggunakan energi besar untuk meleburkan bagian permukaan komponen yang akan di sambung.
- Banyak proses pengelasan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber energi panas, sehingga ada bahaya listrik beban kejut/ hubungan singkat.
- Pada las listrik, emisi radiasi ultraviolet sangat berbahaya bagi penglihatan, sehingga memerlukan helm / masker dengan jendela kaca sangat gelap utk melihat.
- Percikan api, loncatan logam cair, asap, & bagian yg melebur menambah resiko proses pengelasan.


Otomasi Pengelasan
Karena bahaya yang ditimbulkan oleh pengelasan manual serta upaya utk meningkatkan produktifitas & kualitas maka di kembangkanlah berbagai variasi mekanisasi & otomasi pengelasan, yg terbagi menjadi :

- Machine Welding (mesin las) : Operator (manusia) secara kontinu mengawasi proses & berinteraksi dng peralatan utk pengendalian operasi.
- Automatic Welding (las otomatis) : Peralatan yg memungkinkan utk melakukan proses tanpa pengaturan kendali oleh operator (manusia), misalnya peralatan utk mengatur posisi benda kerja (fixture) saat akan dilas.
- Robotic Welding (robot las) : Robot industri atau manipulator terprogram digunakan utk mengendalikan proses secara otomatis misalnya pergerakan relatif kepala las (welding head) ke benda kerja.

II. Sambungan Las
Ada 5 (lima) tipe dasar sambungan las :
1. Butt joint
2. Corner joint
3. Lap joint
4. Tee joint
5. Edge joint

gambar sambungan las

Tipe Lasan
Setiap bentuk sambungan dapat dibuat oleh pengelasan.
Beberapa tipe lasan berdasarkan bentuk geometri sambungan & proses pengelasannya :
-  Pengisian Lasan (Fillet Weld) :
1. Pengisian tunggal di dalam untuk   corner joint
2. Pengisian tunggal di luar untuk   corner joint
3. Pengisian ganda untuk   lap joint
4. Pengisian ganda untuk   tee joint

tipe pengelasan

-  Alur/ kampuh las (Groove Weld) :
a. Lasan alur persegi, satu sisi d.   Lasan alur U tunggal
b. Lasan alur tirus tunggal e.   Lasan alur J tunggal
c. Lasan alur V tunggal f.   Lasan alur V ganda

Alur kampuh las

-  Lasan Plug dan Slot :
Proses ini digunakan untuk   penyambungan antar pelat secara mendatar, menggunakan satu atau lebih lubang atau slot pada komponen atas & kemudian mengisinya dng logam pengisi untuk   menggabungkan kedua komponen pelat tersebut.

pengelasan plug dan slot

-  Lasan Spot dan Seam :
Proses ini umumnya digunakan untuk   tipe sambungan las Lap Joint

-  Lasan Flensa (flange) dan Permukaan (Surfacing) :
Flange weld umumnya digunakan untuk   pelat lembaran atau pelat tipis.
Surfacing weld adalah proses deposit logam pengisi pada permukaan material/ komponen dasar. Tujuannya untuk   mempertebal bagian dari material dasar sehingga bagian tersebut dapat digunakan sbg tumpuan pelat/ pelindung yang disusun di atasnya, atau sebagai pembatas proses pelapisan (coating) pada permukaan material dasar tersebut.

Lasan Flensa (flange) dan Permukaan (Surfacing)

Jenis-jenis proses pengelasan versi American Welding Society :
I. Fusion Welding :
Proses pengelasan dng menggunakan panas untuk   melebur kedua permukaan logam yang akan disambung. Beberapa jenis Fusion Welding menggunakan logam pengisi (filler) yang ditambahkan pada  titik logam yang lumer untuk   memadatkan & menguatkan sambungan las.
Yang termasuk Fusion Welding :

A. Las Busur (Arc Welding/ AW)
Proses pengelasan dimana pemanasan logamnya terjadi akibat adanya loncatan/ busur listrik (electric arc). Beberapa arc welding juga diikuti oleh penekanan selama proses & umumnya membutuhkan logam pengisi.
Las busur


Jenis proses AW yang menggunakan Consumable Electrodes :

1. Shielded Metal Arc Welding (SMAW/ Stick Welding)
Pada  proses ini menggunakan elektoda (stick) dng panjang 9 – 18 inch (230 – 460 mm) & diameter 3/32 – 3/8 inch (2,5 – 9,5 mm). Elektroda ini memiliki selubung mengandung fluks (flux) berupa serbuk cotton & kayu yang dicampur dng serbuk carbon & oksidanya serta kadangkala juga mengandung serbuk logam. 
Fluks/ selubung berfungsi untuk   mencegah udara (atmosphere) dan kotoran (slag) terjebak dlm logam yang mencair saat proses pengelasan. 
SMAW menggunakan arus 30 – 300 A dng voltage 15 – 45 V, tergantung dari jenis logam yang akan dilas, tipe elektroda & panjangnya, serta kedalaman penetrasi lasan yang diperlukan

Shielded-Metal-Arc-Welding

2. Gas Metal Arc Welding (GMAW).
Menggunakan kawat elektroda berdiameter 1/32 – 1/4 inch (0,8 – 6,4 mm). Gas yang digunakan sebagai  penyekat adalah argon & helium (untuk   sambungan las paduan Alumunium & Stainless steels), carbon dioxide (untuk   baja karbon/ carbon steels).
Gas-Metal-Arc-Welding

3. Flux-cored Arc Welding (FCAW)
Proses pengelasan ini menggunakan elektroda inti fluks. Merupakan bentuk hibrida dari SMAW (menggunakan fluks) dan GMAW (menggunakan gas). Memiliki keunggulan dibanding GMAW yaitu kawat elektroda yang dapat mengumpan secara terus menerus (kontinu) krn tekanan pegas.
Ada 2 (dua) tipe FCAW yaitu dng penyekat sendiri (self shielded dari fluks) & dng gas penyekat (gas shielded).

Flux-cored-Arc-Welding

4. Electrogas Welding (EGW)
Proses ini umumnya diaplikasikan untuk   sambungan Vertical Butt Joint.
EGW dapat berfungsi spt FCAW self shielded yaitu menggunakan elektroda logam berisi fluks yang dapat mengumpan secara kontinu & tanpa gas penyekat, tetapi juga dapat berfungsi spt GMAW yaitu menggunakan gas penyekat, hanya saja EGW memiliki sepatu cetakan yang mengandung logam cair.
Sepatu cetakan (molding shoe) berpendingin air berfungsi untuk   mencegah gas masuk lasan. Bersamaan dng bagian yang tersambung, di dlm sepatu bertambah logam cair (dari elektroda & material). Proses berlangsung automatically, dng pergerakan kepala las (welding head) secara vertikal naik keatas untuk   mengisi sepatu dng logam cair tersebut dlm satu siklus.
EGW di aplikasikan untuk   pengelasan baja (karbon rendah & menengah, serta stainless steel) konstruksi tangki penyimpanan besar & bangunan kapal.
Tebal elektroda 0,5 – 3,0 inch (12 – 75 mm).

Electrogas Welding

5. Submerged Arc Welding (ASW)
Adalah proses yang menggunakan pengumpan elektroda kontinu, arc shielding (busur penyekat) yang dilengkapi tempat butiran fluks (granular flux). 
Blanket butiran fluks berfungsi mencegah bunga api (spark), percikan api (spatter), & radiasi, sehingga lebih aman bagi operator dibanding proses arc welding lainnya.

Submerged Arc Welding

Jenis proses AW yang tdk menggunakan Consumable Electrodes :

1.  Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)
Pengelasan yang sering diaplikasikan untuk   proses ini spt pengelasan TIG (tungsten inert gas). GTAW dapat digunakan dng atau tanpa logam pengisi.
Elektroda tungsten tidak ikut melebur, tungsten adalah material elektroda yang baik dng titik leburnya 3410 ºC.
Gas penyekat yang digunakan spt argon, helium, atau campuran keduanya.
Proses GTAW umumnya lebih lambat dan lebih mahal dibandingkan proses consumable electroda arc welding, akan tetapi dapat diaplikasikan untuk   material yang sangat tipis serta kualitas lasan yang sangat tinggi.
baca juga Harga folding gate Bogor

Gas Tungsten Arc Welding


2. Plasma Arc Welding (PAW)
Pengelasan ini adalah bentuk khusus dari GTAW.
Pada  elektroda tungsten di pasangkan nozzle yang didesain khusus untuk   menghasilkan aliran kecepatan tinggi gas inert (argon atau campuran argon hydrogen) yang terus menerus sehingga membentuk aliran plasma.
Temperatur PAW dapat mencapai 28000 ºC atau lebih sehingga dapat meleburkan logam apapun. Temperatur ini dapat di capai karena tingginya konsentrasi untuk   memproduksi jet plasma dng diameter kecil & kepadatan energi yang sangat tinggi.
Diaplikasikan untuk   perakitan mobil, lemari besi, rangka pintu & jendela besi. Sulit digunakan untuk   pengelasan perunggu (bronze), besi tuang, timah hitam (lead), & magnesium. 

Plasma Arc Welding


3. Stud Welding (SW) 
Proses pengelasan busur (arc welding) yang khusus untuk   menyambung stud atau komponen yang sebentuk ke material dasar. Contoh aplikasinya : baut untuk   pengikat handle peralatan memasak, baut pemegang pelindung radiasi panas mesin.

Stud Welding

Baca juga tentang Kanopi Bogor ya. saya menyediakan barang dan jasa Kanopi Bogor dengan harga yang murah