Mohon perhatian !! Jangan pernah sungkan untuk sekedar bertanya mengenai pengerjaan dan biaya | kami bengkel las Bogor - bengkel las Maskuri akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan anda | Bengkel las terbaik dan rekomended dikota Bogor, Bergaransi | 0819-049-05254, 0812-839-80535, 57BEBF62, Whatsapp 081513328315
Rabu, 30 September 2015

Harga Pintu garasi di Bogor 2016

Anda sedang mencari pintu hunderson ? atau ingin tahu berapa Harga pintu hunderson khususnya di kota bogor ? jangan sungkan untuk bertanya kepada kami. untuk informasi dan pemesanan mengenai berapa harga dan apa saja bahan terbaik untuk membuat pintu hunderson, silahkan hubungi : HP : 0819-049-05254 XL HP : 0812-839-80535 Telkomsel Whatsap.081513328315 Pin BB : 57BEBF62 Maskuri - Bengkel Las Bogor

Harga pintu hunderson di Bogor


harga-pintu-hunderson-bogor-bagus

harga-pintu-hunderson-bogor-murah

harga-pintu-hunderson-bogor-terbaik

harga-pintu-hunderson-bogor-terbaru

harga-pintu-hunderson-bogor

Kami tidak hanya melayani pembuatan pintu hunderson untuk wilayah bogor saja, tetapi kami melayani untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi dan sekitarnya. jadi jangan ragu-ragu ya kalau ada pertanyaan mengenai berapa biaya atau harga jasa dalam membuat pintu hunderson khususnya di kota bogor dan sekitarnya. langsung saja SMS, atau Hubungi kami. :)

Jasa pembuatan pendopo 2016

Untuk Informasi dan Pemesanan mengenai pembuatan atau membuat pendopo harga murah untuk area Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi atau juga bisa sekitar diluar JABODETABEK tidak apa-apa, silahkan hubungi : HP : 0819-049-05254 XL HP : 0812-839-80535 Telkomsel bisa juga Whatsapp di : 081513328315, untuk Pin BB : 57BEBF62 Maskuri - Bengkel Las Bogor

Proses membuat pendopo oleh Bengkel las Bogor - Bengkel las Maskuri.


bengkel-las-maskuri-membuat-pendopo-bogor

bengkel-las-maskuri-membuat-pendopo-depok

bengkel-las-maskuri-membuat-pendopo-jakarta

bengkel-las-maskuri-membuat-pendopo-murah

bengkel-las-maskuri-membuat-pendopo-tanggerang

jadi berapa biaya atau harga barang dan jasa membuat pendopo untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang atau Bekasi ? hubungi kami
Selasa, 08 September 2015

Jual Ornamen Teralis 2016| Ornamen Pagar | Ornamen Pintu | Bogor

Di dunia arsitektur dan dunia seni dekoratif, Ornamen adalah sebuah dekorasi. sebuah dekorasi yang fungsinya digunakan untuk memperindah suatu bagian dari sebuah bangunan atau suatu obyek.
rumah yang diberi ornamen akan terlihat indah, dan keindahan itu akan terlihat mewah jika ornamen yang dipasang tepat sesuai dengan model rumah dan konsep rumah itu sendiri.
ornamen ini tidak hanya untuk dipasang dirumah, tetapi dimana saja yang berkaitan dengan bangunan atau obyek.

Jual Ornamen Teralis | Ornamen pagar | Ornamen Pintu | BOGOR


berbagai macam dekoratif dan motif dari ornamen sendiri telah banyak sekali macamya, dan digunakan para arsitektur untuk di terapkan keberbagai media misalnya tembikar, mebel, logam.

tekstil dan kertas dinding dan benda lain dimana hiasan mungkin menjadi pembenaran yang utama keberadaannya, pola atau desain lebih mungkin untuk digunakan.

kali ini, kami bengkel las bogor - bengkel las maskuri juga menyediakan dan menjual ornamen dengan berbagai bentuk, ukuran dan model. mulai dari ornamen teralis, ornamen pagar dan ornamen pintu.

Harga Ornamen Teralis | Ornamen pagar | Ornamen Pintu | BOGOR


Untuk harga ornamen teralis, ornamen pagar dan atau ornamen pintu di bogor berfariatif tergantung bahan yang ingin digunakan serta ukuran yang ingin di buat.
ini contohnya :
Jual ornamen pagar

Jual ornamen pagar

Jual ornamen pagar

Jual ornamen pintu bogor

Jual ornamen pintu bogor

Jual ornamen islami bogor

Harga ornamen pagar bogor

Harga ornamen pagar bogor

Jual ornamen pintu bogor

Jual ornamen pintu bogor
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan dan pertanyaan seputar harga dan lain sebagainya tentang ornamen pagar, ornamen teralis, dan ornamen pintu ini, silahkan hubungi kami di
HP : 0819-049-05254 XL
HP : 0812-839-80535 Telkomsel
E-mail : info[@]bengkellasmaskuri.com
Whatsap : 081513328315
Pin BB : 57BEBF62
Baca juga harga pagar besi minimalis 2015 Bogor ya, siapa tahu ada yang cocok
Kamis, 03 September 2015

Harga Pagar Besi Minimalis 2016 Bogor | Bengkel Las Maskuri Bogor

Kami perusahaan jasa spesialis bengkel las yang berada di bogor memberikan penawaran yang menarik untuk anda semua yang sedang mencari informasi mengenai harga pagar besi minimalis 2015 Bogor, bagi anda yang ingin sekedar tahu saja tentang kualitas dan bahan kami siap memberikan gambaran dan penjelasan tentang semua yang kami ketahui. sekedar contoh saja ini adalah harga pagar besi minimalis yang sudah saya buat dengan harga Rp. 350.000,-

Harga pagar besi minimalis 2015 bogor

Harga pagar besi minimalis 2015 bogor

Harga pagar besi minimalis 2015 bogor


Harga pagar besi minimalis 2015 bogor Harga Pagar Besi Minimalis 2015 Bogor

Berapa sih sebenarnya harga pagar besi minimalis di bogor itu ?
jawabannya bermacam-macam, harga pagar besi minimalis itu bermacam-macam tergantung bahan yang akan digunakan, model yang akan di buat, tinggi pagar besi, dan faktor-faktor lain yang mungkin kami kelewat dalam menulisnya disini, untuk itu karena harga pagar besi minimalis bogor itu bermacam-macam maka sebaiknya tanyakan dulu kepada kami bengkel las bogor - bengkel las maskuri untuk mendapatkan informasi yang penting dan tepat guna untuk diterapkan di rumah anda, kantor anda, sekolahan anda atau mungkin tempat usaha anda yang membutuhkan informasi pagar besi minimalis yang sesuai dengan harga dan kebutuhan anda. jangan sungkan untuk bertanya.

selain informasi harga pagar besi minimalis 2015 bogor, kami juga memiliki daftar jasa lain yang mungkin anda butuhkan. misalnya informasi mengenai pintu pagar, harga railing tangga, harga tower air, harga kanopi bogor, harga balkon, harga folding gate bogor, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan jasa las. atau mungkin anda sedang berencana membangun rumah yang sudah tentu anda membutuhkan semua daftar itu termasuk membuat jendela besi rumah, maka saya kira informasi yang lengkap untuk menjawab semua kebutuhan anda itu bisa anda dapatkan di kami, kami tidak memaksa anda untuk membeli barang dan jasa dari kami, kami ikhlas memberikan informasinya cuma-cuma, kalaupun anda mau membeli barang dan jasa dari orang lain kami tidak apa apa. karena kami yakin rejeki itu ada yang mengatur dan akan berada di tangan yang tepat. mungkin sekarang anda hanya bertanya-tanya, tapi lain waktu lain tempat lain rumah mungkin anda akan kembali untuk memikirkan kami untuk membeli barang dan jasa dari kami, jadi tidak ada yang diharuskan disini. semua kehendak sang pengatur rezeki.

Jadi tunggu apalagi, dari pada anda kebingungan menghitung sendiri harga pagar besi minimalis 2015 bogor, maka hubungi kami lewat whatsapp, telpon, BBM atau SMS. semua kami terima dengan senang hati.
Salam dari saya
Maskuri
Bengkel las bogor- Kontraktor baja berat

Untuk Informasi dan Pemesanan, silahkan hubungi : HP : 0819-049-05254 XL HP : 0812-839-80535 Telkomsel Whatsap.081513328315 Pin BB : 57BEBF62




Selasa, 01 September 2015

Contoh Makalah Dasar-Dasar Pengelasan

Sekali lagi saya membagikan tulisan orang, kali ini tentang contoh makalah dasar-dasar pengelasan. makalah ini dari mahasiswa binus.ac.id. semoga menjadi amal buat kampus binus dan sang penulis. saya hanya membagi saja, tapi tetep berdo'a semoga mendapat amal juga dari artikel ini. hehehe

Langsung saja deh ini

Contoh makalah dasar-dasar pengelasan


Pengelasan adalah proses penyambungan material dengan menggunakan energi panas sehingga menjadi satu dengan atau tanpa tekanan.
Pengelasan dapat dilakukan dengan :
- pemanasan tanpa tekanan,
- pemanasan dengan tekanan, dan
- tekanan tanpa memberikan panas dari luar (panas diperoleh dari dalam material itu sendiri).
Disamping itu pengelasan dapat dilakukan :
- tanpa logam pengisi, dan
- dengan logam pengisi.
Pengelasan pada umumnya dilakukan dalam penyambungan logam, tetapi juga sering digunakan untuk menyambung pelastik. Dalam pembahasan ini akan difokuskan pada penyambungan logam.
Pengelasan merupakan proses yang penting baik ditinjau secara komersial maupun teknologi, karena :
- Pengelasan merupakan penyambungan yang permanen;
- Sambungan las dapat lebih kuat daripada logam induknya, bila digunakan logam pengisi yang memiliki kekuatan lebih besar dari pada logam induknya;
- Pengelasan merupakan cara yang paling ekonomis dilihat dari segi penggunaan material dan biaya fabrikasi. Metode perakitan mekanik yang lain memerlukan pekerjaan tambahan (misalnya, penggurdian lubang) dan pengencang sambungan (misalnya, rivet dan baut);
- Pengelasan dapat dilakukan dalam pabrik atau dilapangan.

Walupun demikian pengelasan juga memiliki keterbatasan dan kekurangan :
- Kebanyakan operasi pengelasan dilakukan secara manual dengan upah tenaga kerja yang mahal;
- Kebanyakan proses pengelasan berbahaya karena menggunakan energi yang besar;
- Pengelasan merupakan sambungan permanen sehingga rakitannya tidak dapat dilepas. Jadi metode pengelasan tidak cocok digunakan untuk produk yang memerlukan pelepasan rakitan (misalnya untuk perbaikan atau perawatan);
- Sambungan las dapat menimbulkan bahaya akibat adanya cacat yang sulit dideteksi. Cacat ini dapat mengurangi kekuatan sambungannya.

Jenis Proses Pengelasan
Pengelasan dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu :
- pengelasan lebur (fusion welding),
- pengelasan padat (solid-state welding).

Pengelasan lebur
Proses pengelasan lebur menggunakan panas untuk mencairkan logam induk, beberapa operasi menggunakan logam pengisi dan yang lain tanpa logam pengisi. Pengelasan lebur dapat dikelompokkan sebagai berikut :
- Pengelasan busur (arc welding, AW); dalam proses pengelasan ini penyambungan dilakukan dengan memanaskan logam pengisi dan bagian sambungan dari logam induk sampai mencair dengan memakai sumber panas busur listrik, seperti ditunjukkan dalam gambar 12.1. Beberapa operasi pengelasan ini juga menggunakan tekanan selama proses;

Pengelasan lebur
baca juga tentang Harga pagar besi minimalis 2015 Bogor

- Pengelasan resistansi listrik (resistance welding, RW); dalam proses pengelasan ini permukaan lembaran logam yang disambung ditekan satu sama lain dan arus yang cukup besar dialirkan melalui sambungan tersebut. Pada saat arus mengalir dalam logam, panas tertinggi timbul di daerah yang memiliki resistansi listrik terbesar, yaitu pada permukaan kontak kedua logam (fayng surfaces);
- Pengelasan gas (oxyfuel gas welding, OFW); dalam pengelasan ini sumber panas diperoleh dari hasil pembakaran gas dengan oksigen sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu yang dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi. Gas yang lazim digunakan adalah gas alam, asetilen, dan hidrogen. Dari ketiga gas ini yang paling sering dipakai adalah gas asetilen, sehingga las gas diartikan sebagai las oksi-asetilen.
- Proses pengelasan lebur yang lain; terdapat beberapa jenis pengelasan lebur yang lain, untuk menghasilkan peleburan logam yang disambung, seperti misalnya : - pengelasan berkas elektron (electron beam welding), dan
- pengelasan berkas laser (laser beam welding).

Pengelasan padat
Dalam pengelasan padat proses penyambungan logam dihasilkan dengan :
- tekanan tanpa memberikan panas dari luar, atau
- tekanan dan memberikan panas dari luar.
Bila digunakan panas, maka temperatur dalam proses di bawah titik lebur logam yang dilas, sehingga logam tersebut tidak mengalami peleburan dan tetap dalam keadaan padat. Dalam pengelasan ini tidak digunakan logam pengisi. Pengelasan padat dapat dikelompokkan sebagai berikut :
- Pengelasan difusi (diffusion welding, DFW); dua pemukaan logam yang akan disambung disatukan, kemudian dipanaskan dengan temperatur mendekati titik lebur logam sehingga permukaan yang akan disambung menjadi plastis dan dengan memberi tekanan tertentu maka terbentuk sambungan logam;
- Pengelasan gesek (friction welding, FW); penyambungan terjadi akibat panas yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua bagian logam yang disambung. Ke dua bagian logam yang akan disambung disatukan dibawah pengaruh tekanan aksial, kemudian salah satu diputar sehingga pada permukaan kontak akan timbul panas (mendekati titik cair logam), maka setelah putaran dihentikan akan terbentuk sambungan logam.  
- Pengelasan ultrasonik (ultrasonic welding, UW); dilakukan dengan menggunakan tekanan tertentu antara dua bagian logam yang akan disambung, kemudian diberi getaran osilasi dengan frekuensi ultrasonik dalam arah yang sejajar dengan permukaan kontak. Gaya getar tersebut akan melepas lapisan tipis permukaan kontak sehingga dihasilkan ikatan atomik antara ke dua permukaan tersebut.

Penggunaan Pengelasan
Proses pengelasan secara komersial banyak digunakan dalam operasi sebagai berikut :
- konstruksi (misalnya, bangunan dan jembatan),
- pemipaan, tabung bertekanan, boiler, dan tangki penyimpanan,
- bangunan kapal,
- pesawat terbang dan pesawat luar angkasa,
- automotif dan rel kereta. 
Catatan : operasi pengelasan memerlukan tenaga kerja yang terlatih dengan ketrampilan yang tinggi.

Sambungan Las
Sambungan las adalah pertemuan dua tepi atau permukaan benda yang disambung dengan proses pengelasan.

Jenis sambungan
Terdapat lima jenis sambungan yang biasa digunakan untuk menyatukan dua bagian benda logam, seperti dapat dilihat dalam gambar 12.2.

Lima jenis sambungan pengelasan

(a) Sambungan tumpu (butt joint); kedua bagian benda yang akan disambung diletakkan pada bidang datar yang sama dan disambung pada kedua ujungnya;
(b) Sambungan sudut (corner joint); kedua bagian benda yang akan disambung membentuk sudut siku-siku dan disambung pada ujung sudut tersebut;
(c) Sambungan tumpang (lap joint); bagian benda yang akan disambung saling menumpang (overlapping) satu sama lainnya;
(d) Sambungan T (tee joint); satu bagian diletakkan tegak lurus pada bagian yang lain dan membentuk huruf T yang terbalik;
(e) Sambungan tekuk (edge joint); sisi-sisi yang ditekuk dari ke dua bagian yang akan disambung sejajar, dan sambungan dibuat pada kedua ujung bagian tekukan yang sejajar tersebut.

Jenis las-an
Setiap jenis sambungan yang disebutkan di atas dapat dibuat dengan pengelasan. Proses penyambungan yang lain dapat juga digunakan, tetapi pengelasan merupakan metode penyambungan yang paling universal. Berdasarkan geometrinya, las-an dapat dikelompokkan sebagai berikut :  
- Las-an jalur (fillet weld); digunakan untuk mengisi tepi pelat pada sambungan sudut, sambungan tumpang, dan sambungan T dalam gambar 12.3. Logam pengisi digunakan untuk menyambung sisi melintang bagian yang membentuk segitiga siku-siku;

Bentuk las-san  jalur

- Las-an alur (groove welds); ujung bagian yang akan disambung dibuat alur dalam bentuk persegi, serong (bevel), V, U, dan J pada sisi tunggal atau ganda, seperti dapat dilihat dalam gambar 12.4. Logam pengisi digunakan untuk mengisi sambungan, yang biasanya dilakukan dengan pengelasan busur dan pengelasan gas;

Bentuk lasan alur
- Las-an sumbat dan las-an slot (plug and slot welds); digunakan untuk menyambung pelat datar seperti dapat dilihat dalam gambar 12.5, dengan membuat satu lubang atau lebih atau slot pada bagian pelat yang diletakkan paling atas, dan kemudian mengisi lubang tersebut dengan logam pengisi sehingga kedua bagian pelat melumer menjadi satu;

Bentuk lasan sumbat dan lasan slot

- Las-an titik dan las-an kampuh (spot and seam welds); digunakan untuk sambungan tumpang seperti dapat dilihat dalam gambar 12.6. Las-an titik adalah manik las yang kecil antara permukaan lembaran atau pelat. Las-an titik diperoleh dari hasil pengelasan resistansi listrik. Las-an kampuh hampir sama dengan las-an titik, tetapi las-an kampuh lebih kontinu dibandingkan dengan las-an titik.

Lasan titik dan lasan kampuh

- Las-an lekuk dan las-an rata (flange and surfacing welds); ditunjukkan dalam gambar 12.7. Las-an lekuk dibuat pada ujung dua atau lebih bagian yang akan disambung, biasanya merupakan lembaran logam atau pelat tipis, paling sedikit satu bagian ditekuk (gambar 12.7a). Las-an datar tidak digunakan untuk menyambung bagian benda, tetapi merupakan lapisan penyakang (ganjal) logam pada permukaan bagian dasar.

Lasan lekuk dan lasan rata

Ciri-ciri Penyambungan Pengelasan Lebur
Pada umumnya sambungan las diawali dengan meleburnya di daerah sekitar pengelasan. Seperti ditunjukkan dalam gambar 12.8.a, sambungan las yang di dalamnya telah ditambahkan logam pengisi terdiri dari beberapa daerah (zone) :
(1) daerah lebur (fusion zone),
(2) daerah antarmuka las (weld interface zone),
(3) daerah pengaruh panas (heat effective zone, HAZ),
(4) daerah logam dasar tanpa pengaruh panas (uneffective base metal zone).
Daerah lebur; terdiri dari campuran antara logam pengisi dengan logam dasar yang telah melebur secara keseluruhan. Daerah ini memiliki derajat homogenitas yang paling tinggi diantara daerah-daerah lainnya.  Struktur yang dihasilkan pada daerah ini berbentuk butir kolumnar yang kasar seperti ditunjukkan dalam gambar 12.8.b.

Contoh makalah pengelasan


Daerah antarmuka las; merupakan daerah sempit berbentuk pita (band) yang memisahkan antara daerah lebur dengan Haz . Daerah ini terdiri dari logam dasar yang melebur secara keseluruhan atau sebagian, yang segera menjadi padat kembali sebelum terjadi proses pencampuran.
Haz; logam pada daerah ini mendapat pengaruh panas dengan suhu di bawah titik lebur, tetapi cukup tinggi untuk merubah mikrostruktur logam padat. Komposisi kimia pada haz sama dengan logam dasar, tetapi akibat panas yang dialami telah merubah mikrostrukturnya, sehingga sifat mekaniknya mengalami perubahan pula dan pada umumnya merupakan pengaruh yang negatif karena pada daerah ini sering terjadi kerusakan.

Daerah logam dasar tanpa pengaruh panas; daerah ini tidak menagalami perubahan metalurgi, tetapi karena dikelilingi oleh Haz maka daerah ini memiliki tegangan sisa yang besar akibat adanya penyusutan dalam daerah lebur, sehingga mengurangi kekuatannya. Untuk menghilangkan tegangan sisa tersebut biasa dilakukan perlakuan panas (heat treatment) yaitu memanaskan kembali daerah las-an  tersebut hingga temperatur tertentu, kemudian temperatur dipertahankan dalam beberapa waktu tertentu, selanjutnya didinginkan secara perlahan. 

==============================================================
cukup disini tulisan kali ini di blog bengkel las bogor - sang kontraktor baja berat, bengkel las maskuri, semoga bermanfaat, dan jangan lupa kalau mengambil contoh makalah ini tampilkan sumbernya ya..bukan dari blog ini.. tetapi dari binus.ac.id, pemilik asli makalah ini. kalo saya cuman membagi saja.

Penjelasan Proses Pengelasan Lebur dan Pengelasan Padat

Semoga penjelasan dari proses pengelasan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca juga, saya berterimakasih kepada repository.binus.ac.id semoga kampus binus makin jaya dan selalu berguna bagi nusa dan bangsa. dari jurnal ilmiah yang ditulis oleh binus saya hanya mengambil point point yang bisa sedikit saya pahami saja karena cukup pusing untuk membacanya. disamping itu juga untuk mengisi blog saya ini saja lah daripada kosong.

PROSES PENGELASAN LEBUR DAN PENGELASAN PADAT


Proses pengelasan dibagi kedalam dua katagori utama, yaitu pengelasan lebur dan pengelasan padat. Pengelasan lebur menggunakan panas untuk melebur permukaan yang akan disambung, beberapa operasi menggunakan logam pengisi dan yang lain tanpa logam pengisi. Sedangkan pengelasan padat proses penyambungannya menggunakan panas dan/atau tekanan, tetapi tidak terjadi peleburan pada logam dasar dan tanpa penambahan logam pengisi.

Proses Pengelasan Lebur

Pengelasan lebur dapat dikelompokkan sebagai berikut :
- pengelasan busur (arc welding, AW);
- pengelasan resistansi listrik (resistance welding, RW);
- pengelasan gas (oxyfuel gas welding, OFW);
- proses pengelasan lebur yang lain.

Berikut penjelasannya

Pengelasan Busur
Pengelasan busur adalah pengelasan lebur dimana penyatuan logam dicapai dengan menggunakan panas dari busur listrik, secara umum ditunjukkan dalam gambar berikut.

Pengelasan busur

Baca juga mengenai penawaran Harga folding gate Bogor
Busur listrik timbul karena adanya pelepasan muatan listrik melewati celah dalam rangkaian, dan panas yang dihasilkan akan menyebabkan gas pada celah tersebut mengalami ionisasi (disebut plasma). Untuk menghasilkan busur dalam pengelasan busur, elektrode disentuhkan dengan benda kerja dan secara cepat dipisahkan dalam jarak yang pendek. Energi listrik dari busur dapat menghasilkan panas dengan suhu 10.000 o F (5500o C) atau lebih, cukup panas untuk melebur logam. Genangan logam cair, terdiri atas logam dasar dan logam pengisi (bila digunakan), terbentuk di dekat ujung elektrode. Kebanyakan proses pengelasan busur, logam pengisi ditambahkan selama operasi untuk menambah volume dan kekuatan sambungan las-an. Karena logam pengisi dilepaskan sepanjang sambungan, genangan las-an cair membeku dalam jaluran yang berombak.
Pergerakan elektrode relatif terhadap benda kerja dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan peralatan mekanik (pengelasan mesin, pengelasan automatik, pengelasan robotik). Kelemahan bila pengelasan busur dilakukan secara manual, kualitas las-an sangat tergantung kepada ketrampilan pengelas.

Produktivitas dalam pengelasan busur sering diukur sebagai waktu busur (arc time), yaitu :
Waktu busur = waktu busur terbentuk : jam kerja

Untuk pengelasan manual, waktu busur biasanya sekitar 20 %. Waktu busur bertambah sekitar 50 % untuk pengelasan mesin, automatik, dan robotik.

Teknologi Pengelasan Busur
Sebelum menjelaskan proses pengelasan busur secara individual, terlebih dulu akan dibahas elemen-elemen dasar yang menyertai proses ini, seperti :
- elektrode,
- pelindung busur (arc shielding), dan
- sumber daya dalam pengelasan busur.

Elektrode, dapat diklasifikasikan sebagai :
- elektrode terumpan (consumable electrodes), dan
- elektrode tak terumpan (nonconsumable electrodes).
Elektrode terumpan; elektrode berbentuk batang atau kawat yang diumpankan sebagai logam pengisi dalam pengelasan busur. Panjang batang las pada umumnya sekitar 9 sampai 18 in. (225 sampai 450 mm) dengan diameter ¼ in. (6,5 mm) atau kurang. Kelemahan dari elektrode bentuk batang, selama pengoperasiannya harus diganti secara periodik, sehingga memperkecil waktu busur dalam pengelasan. Elektrode bentuk kawat memiliki kelebihan bahwa pengumpanan dapat dilakukan secara kontinu karena kawat memiliki ukuran jauh lebih panjang dibandingkan dengan elektrode bentuk batang. Baik elektrode bentuk batang maupun bentuk kawat kedua-duanya diumpankan ke busur listrik selama proses dan ditambahkan ke sambungan las-an sebagai logam pengisi.
Elektrode tak terumpan; dibuat dari bahan tungsten atau kadang-kadang dari bahan grafit, yang dapat tahan terhadap peleburan oleh busur. Walaupun elektrode ini tidak diumpankan, tetapi secara bertahap akan menipis selama proses pengelasan, mirip dengan keausan bertahap pada perkakas pemotong dalam operasi pemesinan. Untuk proses pengelasan busur yang menggunakan elektrode tak terumpan, logam pengisi harus diumpankan secara terpisah ke genangan las-an.

Pelindung busur; pada suhu tinggi dalam pengelasan busur, logam yang disambung sangat mudah bereaksi dengan oksigen, nitrogen, dan hidrogin dalam udara bebas. Reaksi ini dapat memperburuk sifat mekanis sambungan las-an. Untuk melindungi pengelasan dari pengaruh yang tidak diinginkan tersebut, digunakan gas pelindung dan/atau fluks untuk menutup ujung elektrode, busur, dan genangan las-an cair, sehingga tidak berhubungan secara langsung dengan udara luar sampai logam las-an tersebut menjadi padat.

Gas pelindung, digunakan gas mulia seperti argon dan helium. Dalam pengelasan logam ferrous yang dilakukan dengan pengelasan busur, dapat digunakan oksigen dan karbon dioksida, biasanya dikombinasikan dengan Ar dan/atau He, untuk melindungi las-an dari udara luar atau untuk mengendalikan bentuk las-an.
Fluks, digunakan untuk mencegah terbentuknya oksida dan pengotoran lainnya. Selama proses pengelasan, fluks melebur dan menjadi terak cair, menutup operasi dan melindungi logam las-an lebur. Terak akan mengeras setelah pendinginan dan harus dilepaskan dengan cara dipecahkan. Fluks biasanya diformulasikan untuk melakukan beberapa fungsi, seperti :
- memberikan perlindungan pengelasan terhadap pengaruh udara luar,
- untuk menstabilkan busur, dan
- untuk mengurangi terjadinya percikan.

Metode pemakaian fluks berbeda untuk setiap proses. Teknik pemberian fluks dapat dilakukan dengan cara :
- menuangkan butiran fluks pada operasi pengelasan,
- menggunakan elektrode batang yang dibungkus dengan fluks dan fluks tersebut akan melebur selama pengelasan untuk menutup operasi, dan
- menggunakan fluks yang ditempatkan dalam inti elektrode tabular dan fluks dilepaskan pada saat elektrode diumpankan.

Sumber daya dalam pengelasan busur, dapat berupa :
- arus searah (direct current, DC), atau
- arus bolak-balik (alternating current, AC).
Mesin las yang menggunakan arus bolak-balik lebih murah harga dan biaya pengoperasiannya, tetapi umumnya terbatas pemakaiannya hanya untuk pengelasan logam ferrous. Mesin las yang menggunakan arus searah dapat dipakai untuk semua jenis logam dengan hasil yang baik dan umumnya busur listrik dapat dikendalikan dengan lebih baik pula.

Dalam semua proses pengelasan, daya yang digunakan untuk menjalankan pengoperasian dihasilkan dari arus listrik I yang melewati busur dan tegangan E. Daya ini dikonversikan menjadi panas, tetapi tidak semua panas ditransfer ke permukaan benda kerja, karena adanya kebocoran daya dalam penghantar, adanya radiasi, percikan nyala api, dan sebagainya sehingga mengurangi jumlah panas yang dapat dimanfaatkan. Efisiensi transformasi panas (heat tranfer efficiency) f1 berbeda untuk setiap proses pengelasan busur. Pengelasan dengan menggunakan elektrode terumpan memiliki efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan elektrode tak terumpan, karena sebagian besar panas yang dihasilkan digunakan untuk melebur elektrode dan benda kerja. Sedang pengelasan busur tungsten gas yang menggunakan elektrode tak terumpan memiliki efisiensi paling rendah. Efisiensi peleburan (melting efficiency)f2 selanjutnya mengurangi panas yang ada untuk pengelasan. 

Proses Pengelasan Elektrode Terumpan
Pengelasan elektrode terumpan adalah proses pengelasan dimana pada saat terjadi busur listrik elektrode ikut mencair dan berfungsi sebagai logam pengisi. Terdapat beberapa pengelasan busur yang menggunakan elektrode terumpan, seperti antara lain :
- pengelasan busur elektrode terbungkus (shielded metal arc welding, SMAW),
- pengelasan busur logam gas (gas metal arc welding, GMAW),
- pengelasan busur inti-fluks (flux-cored arc welding, FCAW),
- pengelasan elektrogas (electrogas welding, EGW),
- pengelasan busur rendam (submerged arc welding, SAW).

Pengelasan busur elektrode terbungkus
Pengelasan ini menggunakan batang elektrode yang dibungkus dengan fluks
Panjang batang elektrode biasanya sekitar 9 sampai 18 in (230 sampai 460 mm) dan diameter 3/32 sampai 3/8 in. (2,5 sampai 9,5 mm). Logam pengisi yang digunakan sebagai batang elektrode harus sesuai dengan logam yang akan dilas, komposisinya biasanya sangat dekat dengan komposisi yang dimiliki logam dasar. Lapisan pembungkus terdiri dari serbuk selulose yang dicampur dengan oksida, karbonat, dan unsur-unsur yang lain kemudian disatukan dengan pengikat silikat. Serbuk logam kadang-kadang juga digunakan sebagai bahan campuran untuk menambah logam pengisi dan menambah unsur-unsur paduan (alloy). Selama proses pengelasan bahan fluks yang digunakan untuk membungkus elektrode, akibat panas busur listrik, mencair membentuk terak yang kemudian menutupi logam cair yang menggenang di tempat sambungan dan bekerja sebagai penghalang oksidasi.
Pemindahan logam elektrode terjadi pada saat ujung elektrode mencair membentuk butir-butir yang terbawa oleh arus busur listrik yang terjadi. Arus listrik yang digunakan sekitar 30 sampai 300 A pada tegangan 15 sampai 45 V. Pemilihan daya yang digunakan tergantung pada logam yang akan dilas, jenis dan panjang elektrode, serta dalam penetrasi las-an yang diinginkan.  

Pengelasan busur logam gas
Pengelasan ini merupakan proses pengelasan busur yang menggunakan elektrode terumpan dalam bentuk kawat.
Selama proses pengelasan berlangsung, gas dihembuskan ke daerah las-an untuk melindungi busur dan logam yang mencair terhadap atmosfir.  Diameter kawat yang digunakan berkisar antara 1/32 sampai ¼ in. (0,8 sampai 6,4 mm), tergantung pada ketebalan bagian logam yang akan disambung. Gas pelindung yang digunakan adalah gas mulia seperti argon, helium, dan karbon dioksida. Pemilihan gas yang akan digunakan tergantung pada logam yang akan dilas, dan juga faktor-faktor yang lain. Gas mulya digunakan untuk pengelasan paduan aluminium dan baja anti karat, sedang CO2 biasanya digunakan untuk pengelasan baja karbon rendah atau medium.
Pengelasan busur logam gas banyak digunakan dalam pabrik untuk mengelas berbagai jenis logam ferrous dan nonferrous.
Keuntungan pengelasan busur logam gas dibandingkan pengelasan manual adalah :
- waktu busur lebih besar,
- pengelasan biasanya dilakukan secara automatis,
- sampah sisa logam pengisi jauh lebih sedikit,
- terak yang ditimbulkan lebih sedikit karena tidak memakai fluks,
- laju pengelasan lebih tinggi, dan
- kualitas daerah las-an sangat baik.

Pengelasan busur inti-fluks
Proses pengelasan busur ini dikembangkan untuk mengatasi kekurangan elektrode terbungkus yang memiliki panjang batang terbatas. Pengelasan busur inti-fluks menggunakan elektrode tabung dengan inti fluks dan ditambah unsur-unsur lain. Unsur-unsur lain yang ditambahkan dalam inti fluks tersebut adalah :
- unsur-unsur deoksidiser, dan
- unsur-unsur pemadu (alloying).
Kawat inti-fluks tabular sangat lentur/fleksibel sehingga dapat digulung dan diumpankan secara kontinu melalui pistol las busur (arc welding gun)

Terdapat dua jenis pengelasan busur inti-fluks, yaitu : 
- pelindung sendiri (self shielded), dan
- pelindung gas (gas shielded).
Pengelasan busur inti-fluks dengan pelindung sendiri di dalam inti kawat terdapat fluks dan unsur lain yang dapat menghasilkan gas untuk melindungi busur dari pengaruh atmosfir.
Pengelasan busur inti-fluks dengan pelindung gas, di dalam inti kawat tidak ditambahkan unsur penghasil gas. Gas pelindung ditambahkan secara terpisah, sama seperti pada pengelasan busur logam gas.  
Keuntungan pengelasan inti-fluks, adalah : 
- elektrode dapat diumpankan secara kontinu, dan
- kualitas las-an sangat baik, sambungan las-an halus dan seragam.

Pengelasan elektrogas
Pengelasan elektrogas adalah proses pengelasan busur yang menggunakan elektrode terumpan secara kontinu, baik menggunakan kawat inti-fluks atau kawat elektrode telanjang (bare electrode wire) dengan pelindung gas yang ditambahkan dari luar. Proses pengelasan ini terutama digunakan dalam las tumpu vertikal, seperti ditunjukkan dalam gambar 13.5. Kedua bagian logam yang akan disambung dijepit dengan sepatu cetak yang didinginkan dengan air agar dapat menahan panas logam cair. Sepatu cetak, bersama-sama dengan kedua ujung logam yang akan dilas, membentuk rongga cetak. Kawat elektrode dalam proses pengelasan ini biasanya diumpankan secara automatis. Busur terjadi antara elektrode dan logam dasar sehingga logam cair yang dihasilkan akan mengisi rongga cetak secara bertahap. Pada saat logam las-an membeku sepatu cetak secara automatis bergerak ke atas.

Pengelasan elektro gas

Pengelasan busur rendam
Pengelasan busur rendam adalah proses pengelasan busur yang menggunakan elektrode kawat telanjang yang diumpankan secara kontinu, dan busur las ditutup dengan serbuk fluks.
Kawat elektrode diumpankan secara automatis dari gulungan ke busur. Fluks dituangkan melalui suatu tabung pengumpan di depan elektrode, sehingga busur listrik yang timbul antara elektrode dengan logam dasar terendam oleh serbuk fluks sepanjang alur las-an.
Panas yang ditimbulkan oleh busur mencairkan logam dan serbuk fluks. Fluks cair akan mengapung di atas logam cair, membentuk selubung yang dapat mencegah percikan dan terjadinya oksidasi. Setelah dingin, terak membeku dan mudah dihilangkan, sedang serbuk yang tersisa diisap dengan sistem vakum dan dapat dimanfaatkan kembali.
Keuntungan penggunaan pengelasan busur rendam adalah karena serbuk fluks menutup seluruh operasi pengelasan, sehingga:
- dapat meghindarkan terjadinya percikan dan semburan nyala api, radiasi, dan hal-hal berbahaya lainnya.
- tidak perlu menggunakan kaca pengaman,
- pendinginan berjalan dengan lambat, sehingga kualitas sambungan las-an sangat baik, memiliki ketangguhan dan keuletan yang tinggi.
Sifat-sifat yang merugikan adalah : 
- karena busur tidak tampak, maka penentuan pengelasan yang salah dapat menggagalkan seluruh hasil pengelasan,
- pengelasan terbatas hanya pada posisi horisontal.
Pengelasan busur rendam banyak digunakan dalam fabrik untuk pengelasan ; 
- bentuk-bentuk profil, seperti I-beam, T-beam, dan sebagainya;
- kampuh memanjang dan melingkar dengan diameter besar seperti pipa, tangki, dan tabung tekanan tinggi. 

Proses Pengelasan Elektrode Tak Terumpan
Pengelasan elektrode tak terumpan pada umumnya menggunakan elektrode wolfram yang dapat menghasilkan busur listrik tanpa turut mencair, dan sebagai logam pengisi digunakan logam lain yang terpisah dari elektrode tersebut.
Terdapat beberapa pengelasan busur elektrode tak terumpan, seperti antara lain :
- pengelasan busur tungsten gas (gas tungsten arc welding, GTAW),
- pengelasan busur plasma (plasma arc welding, PAW), dan
- beberapa pengelasan busur yang lain.

Pengelasan busur tungsten gas
Pengelasan busur tungsten gas adalah proses pengelasan busur yang menggunakan elektrode tungsten dan gas mulia sebagai pelindung busur. Pengelasan ini juga dikenal dengan nama pengelasan gas mulia tungsten (tungsten inert gas welding, TIG) atau pengelasan gas mulia wolfram (wolfram inert gas welding, WIG).
Pengelasan busur tungsten gas dapat dilakukan dengan logam pengisi maupun tanpa logam pengisi.

Bila digunakan logam pengisi, harus ditambahkan dari luar baik berupa kawat atau batangan, yang akan dilebur oleh panas busur yang timbul antara elektrode dan logam dasar. Tetapi bila digunakan untuk mengelas pelat tipis kadang-kadang tidak diperlukan logam pengisi. Tungsten dipilih sebagai elektrode karena memiliki titik lebur tinggi yaitu 3410OC. Sebagai gas pelindung biasanya digunakan argon, helium, atau gabungan dari kedua unsur ini.
Pengelasan busur tungsten gas dapat digunakan hampir untuk semua jenis logam dengan berbagai ketebalan, tetapi paling banyak digunakan untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat. Pengelasan ini dapat digunakan secara manual atau dengan mesin secara automatis.
Kelebihan dari pengelasan ini adalah : 
- kualitas las-an sangat baik,
- tidak ada percikan las-an, karena tidak ada logam pengisi yang ditransfer melewati busur,
- sedikit atau tidak ada terak karena tidak digunakan fluks.

Pengelasan busur plasma
Pengelasan busur plasma merupakan bentuk khusus dari pengelasan busur tungsten gas dengan mengarahkan busur plasma ke daerah las-an. Dalam gambar 13.7 terlihat bahwa pemanasan gas dilakukan dengan mengkonsentrasikan busur melalui lubang halus (nosel), dan melalui lubang tersebut dialirkan pula gas mulia (misalnya, argon atau campuran argon-hidrogen). Dalam pengelasan ini juga digunakan gas pelindung seperti argon, argon-hidrogen, dan helium.

Suhu plasma sekitar 28.000OC atau lebih besar, cukup panas untuk mencairkan setiap logam yang dikenal. Panas ini diperoleh akibat terkonstrasinya daya sehingga dihasilkan pancaran plasma dengan densitas energi yang sangat tinggi.
Karena memiliki konsentrasi energi sangat tinggi pada daerah yang kecil, maka busur plasma sering digunakan untuk proses pemotongan logam dengan ketebalan mencapai 100 mm atau lebih.

Pengelasan busur yang lain
Pengelasan busur yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan proses pengelasan yang memiliki nilai komersial sangat tinggi. Beberapa pengelasan busur yang lain, akan dibahas disini karena memiliki prinsip kerja yang khusus, yaitu :
- pengelasan busur karbon (carbon arc welding, CAW), dan
- pengelasan lantak (stud welding, SW).

Pengelasan busur karbon, adalah proses pengelasan busur elektrode tak terumpan yang pertama kali dikembangkan. Proses busur karbon digunakan sebagai sumber panas pembrasingan dan untuk mengendapkan bahan tahan aus di atas permukaan logam yang lain. Saat ini elektrode karbon telah digantikan dengan tungsten. 

Pengelasan lantak, digunakan untuk mengelas ujung logam pada bidang datar. Alatnya berbentuk pistol, memegang ujung batang logam yang akan dilas. Bila picu ditekan, ujung logam terangkat untuk membentuk busur kemudian ditekan kembali kecairan logam.
Operasi menggunakan pengatur waktu sesuai dengan ukuran logam yang akan dilas. Busur dilindungi oleh tabung keramik, yang sekaligus menahan logam cair dan melindungi operator.

Pengelasan Resistansi Listrik
Pada pengelasan ini, permukaan lembaran logam yang akan disambung ditekan satu sama lain dan arus yang cukup besar kemudian dialirkan melalui logam sehingga menimbulkan panas pada sambungan. Panas tertinggi muncul di daerah yang memiliki resistansi listrik tertinggi, yaitu pada permukaan kontak ke dua lembaran logam. Komponen-komponen utama dalam pengelasan resistansi listrik ditunjukkan dalam gambar 13.9 untuk operasi pengelasan titik. Komponen–komponen tersebut termasuk benda kerja yang akan dilas (biasanya lembaran logam), dua buah elektrode yang saling berhadapan, dan sumber listrik arus bolak-balik . Hasil dari operasi tersebut dalam daerah lebur antara dua bagian benda kerja, dalam pengelasan titik disebut manik las (weld nugget).
Dalam pengelasan ini tidak digunakan gas pelindung, fluks, atau logam pengisi, dan elektrode yang menghubungkan daya listrik merupakan elektrode tak terumpan. Pengelasan risistansi listrik diklasifikasikan sebagai pengelasan lebur karena panas yang timbul melebur permukaan kontak ke dua lembaran logam tersebut. Namun demikian, terdapat pengecualian, beberapa pengelasan resistansi listrik menggunakan suhu di bawah titik lebur logam yang disambung, jadi tidak terjadi proses peleburan.

Pengelasan titik resistansi listrik; merupakan pengelasan resistansi listrik yang paling banyak digunakan, seperti dalam produksi massal automobil, alat-alat rumah tangga, furnitur logam, dan produk-produk lain yang terbuat dari lembaran logam.
Pada proses pengelasan ini peleburan bidang kontak pada lembaran logam sambungan tumpang dicapai dengan menggunakan elektrode yang saling berhadapan. Ketebalan lembaran logam yang disambung sekitar 0,125 in. (3mm) atau kurang, biasanya dilakukan pada sederetan las-an titik, dalam kondisi sambungan las-an tidak kedap udara. Ukuran dan bentuk las-an titik ditentukan oleh ujung elektrode, pada umumnya berbentuk bulatan; tetapi kadang-kadang berbentuk yang lain seperti segi enam, segi empat, dan bentuk-bentuk yang lain. Manik las-an yang dihasilkan pada umumnya memiliki diameter 0,2 sampai dengan 0,4 in. (5 sampai dengan 10 mm), dan HAZ berada disekelilingnya.

Pengelasan proyeksi resistansi listrik
Pengelasan proyeksi resistansi listrik hampir sama dengan pengelasan titik resistansi listrik.
Lembaran logam yang akan dilas, dipres dahulu dengan mesin pons, sehingga terjadi sembulan (proyeksi) dari dalam logam. Diameter permukaan proyeksi sama dengan tebal lembaran, sedang tinggi proyeksi lebih kurang 60 % dari tebal lembaran tadi. Proyeksi tersebut merupakan titik-titik dimana akan dilakukan sambungan las, sehingga cara ini dapat dihasilkan beberapa sambungan las sekaligus.

Operasi pengelasan yang lain
Beberapa pengelasan yang lain, yang menggunakan prinsip pengelasan resistansi listrik adalah :
- pengelasan nyala (flash welding, FW),
- pengelasan upset (upset welding, UW),
- pengelasan perkusi (percussion welding, PEW), dan
- pengelasan resistansi frekuensi tinggi (high-frequency resintance welding, HFRW).

Pengelasan nyala, umumnya digunakan untuk sambungan tumpu (butt joints). Dalam gambar 13.16 ditunjukkan, benda kerja dijepit dalam mesin dan bagian-bagian yang akan disambung disatukan dengan tekanan serendah mungkin, sehingga masih terdapat celah diantara kedua permukaan kontak. Dengan menggunakan tegangan listrik yang tinggi akan menimbulkan loncatan nyala api diantara kedua permukaan kontak tersebut (gambar 13.16.1), sehingga suhu naik mencapai suhu tempa. Karena panas yang dihasilkan akibat adanya nyala api, kadang-kadang pengelasan ini juga digolongkan sebagai pengelasan busur.


Pengelasan upset, hampir sama dengan pengelasan nyala, hanya saja permukaan kontak disatukan dengan tekanan yang lebih tinggi sehingga diantara kedua permukaan kontak tersebut tidak terdapat celah. Dalam opearasi pengelasan ini, benda kerja dijepit dalam mesin dan ditekan, kemudian dialirkan arus listrik, sehingga terjadi pemanasan akibat adanya resistansi listrik. Laju pemanasan tergantung pada tekanan, jenis bahan, dan keadaan permukaan. Karena resistansi listrik berbanding terbalik dengan tekanan, maka tekanan mula biasanya rendah kemudian ditingkatkan (upseting force) sehingga terbentuk sambungan las-an. Tekanan yang digunakan berkisar antara 15 hingga 55 MPa. Cara pengelasan ini banyak digunakan untuk batang, pipa, struktur yang kecil, dan benda-benda lain dengan penampang yang sama.

Pengelasan perkusi, juga hampir sama dengan pengelasan nyala, hanya saja durasi siklus pengelasan sangat pendek, umumnya hanya sekitar 1 hingga 10 mdetik. Pemanasan yang cepat dihasilkan dengan pelepasan energi listrik secara mendadak antara kedua permukaan, kemudian segera diikuti dengan proses perkusi (tumbukan) satu bagian terhadap bagian yang lain sehingga terbentuk sambungan las-an.
Pengelasan resistansi frekuensi tinggi, merupakan proses pengelasan resistansi listrik yang menggunakan arus bolak-balik frekuensi tinggi untuk menghasilkan panas, kemudian segera diikuti dengan memberikan gaya tekan tambahan (upset force), sehingga terjadi proses penyambungan


Pengelasan Gas
Dalam proses pengelasan gas, panas diperoleh dari hasil pembakaran gas dengan oksigen sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu yang dapat mencairkan logam dasar dan logam pengisi. Pengelasan gas juga sering digunakan untuk proses pemotongan logam.
Gas yang lazim digunakan adalah gas alam, asetilen, dan hidrogen. Di antara ketiga gas ini yang paling sering dipakai adalah gas asetilen, sehingga pengelasan gas pada umumnya diartikan sebagai pengelasan oksi-asetilen (oxyasetylene welding, OAW).

Pengelasan oksi-asetilen
Pengelasan oksi-asetilen merupakan proses pengelasan lebur dengan menggunakan nyala api temperatur tinggi yang diperoleh dari hasil pembakaran gas asetilen dengan oksigen.  Nyala api diarahkan oleh ujung pembakar (welding torch tip). Pengelasan dapat dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi, dan tekanan kadang-kadang digunakan untuk menyatukan kedua permukaan benda kerja yang akan disambung.

Proses Pengelasan Padat

Dalam proses pengelasan padat tidak digunakan logam pengisi, dan penyambungan dapat dicapai dengan :
(1) tekanan saja, atau
(2) panas dan tekanan.
Bila digunakan panas dan tekanan, jumlah panas yang diberikan dari luar pada umumnya tidak cukup untuk melebur permukaan bendakerja. Tetapi dalam beberapa kasus baik bila digunakan panas dan tekanan atau tekanan saja, bila energi yang dihasilkan cukup besar, maka dapat terjadi peleburan yang terlokalisir hanya pada permukaan kontak. Jadi dalam pengelasan padat, ikatan metalurgi diperoleh dengan sedikit atau tanpa peleburan logam dasar.
Syarat-syarat agar terjadi ikatan metalurgi yang baik :
(1) kedua permukaan kontak harus sangat bersih,
(2) kedua permukaan kontak satu sama lain harus saling menempel sangat rapat agar dapat terjadi ikatan atom.
Untuk beberapa proses pengelasan padat, waktu juga merupakan faktor penting.

Keuntungan pengelasan padat dibandingkan pengelasan lebur :
- bila tidak terjadi peleburan, maka tidak terbentuk daerah pengaruh panas (HAZ), dengan demikian logam disekeliling sambungan masih memiliki sifat-sifat aslinya;
- kebanyakan proses ini menghasilkan sambungan las yang meliputi seluruh permukaan kontak, tidak seperti pada operasi pengelasan lebur dimana sambungan berupa titik atau kampuh las;
- beberapa proses pengelasan padat dapat digunakan untuk menyambung logam yang tidak sama, tanpa memperhatikan ekspansi termal relatif, konduktivitas, dan permasalahan lain yang biasanya terjadi pada pengelasan lebur bila digunakan menyambung logam yang tidak sejenis.

Yang termasuk kelompok pengelasan padat antara lain :
- pengelasan tempa (forge welding);
- pengelasan dingin (cold welding, CW);
- pengelasan rol (roll welding, COW);
- pengelasan ledak (explosion welding, EXW);
- pengelasan gesek (friction welding, FRW);
- pengelasan ultrasonik (ultrasonic welding, USW)

Pengelasan tempa; pengelasan tempa merupakan teknik penyambungan logam yang paling tua. Komponen logam yang akan disambung dipanaskan hingga temperatur kerja kemudian bersama-sama ditempa dengan palu atau peralatan lainnya hingga tersambung menjadi satu.

Pengelasan dingin; adalah proses penyambungan logam pada temperatur ruang di bawah pengaruh tekanan. Akibat tekanan, permukaan benda kerja mengalami aliran dan menghasilkan sambungan las. Suatu contoh, kawat dan batang dijepit dalam jepitan khusus kemudian ditekan dengan tekanan yang cukup besar sehingga terjadi aliran plastik pada ujung sambungan. Sebelum penyambungan permukaan dibersihkan terlebih dahulu dengan sikat sehingga terbebas dari lapisan oksida. Beban tekan dapat dilakukan dengan perlahan-lahan atau dengan tumbukan (impak). Pengelasan dingin ini umumnya diterapkan pada aluminium dan tembaga, tetapi kadang-kadang juga diterapkan untuk penyambungan nikel, seng, dan monel.

Pengelasan rol; termasuk proses pengelasan padat dimana proses penekanannya menggunakan peralatan rol, baik dengan pemanasan dari luar atau tidak.

Pengelasan ledak; merupakan proses pengelasan padat dimana dua permukaan logam dijadikan satu di bawah pengaruh impak dan tekanan. Tekanan tinggi berasal dari ledakan yang ditempatkan dekat logam

Pengelasan gesek; penyambungan terjadi oleh panas gesek akibat perputaran logam satu terhadap lainnya di bawah pengaruh tekanan aksial. Kedua permukaan yang bersinggungan menjadi panas mendekati titik cair dan bahan yang berdekatan dengan permukaan menjadi plastis.

Pengelasan ultrasonik; adalah proses penyambungan pelat untuk logam yang sejenis maupun tak sejenis, umumnya dengan membentuk sambungan tindih
________________________________________________________________
cukup sampai disini dulu, tentunya apa yang saya tulis disini masih belum lengkap dan sebaiknya jika mau dijadikan bahan belajar tetap mencari referensi lain. dan langsung saja menuju repository.binus.ac.id, disana lengkap dengan gambar sistem kerja pengelasan yang lengkap. saya hanya mengambil point point penjelasan saja. terimakasih telah berkunjung ke blog kami bengkel las bogor sang Kontraktor baja berat bengkel las maskuri.

Teknologi, Proses, dan Faktor Keamanan dalam Pengelasan

Saya itu orangnya suka blogging, suka berselancar kesana kemari mencari informasi yang bisa menambah ilmu dan kemudian tentunya kalau saya nemu ilmu yang saya rasa bermanfaat maka saya akan membaginya juga kepada orang lain, salah satu caranya ya lewat blog saya ini.

kali ini karena saya orang yang berkecimpung dibidang LAS, dan saya memiliki usaha bengkel las bogor maka saya selalu mencari informasi tentang teknologi, proses dan apapun mengenai usaha dalam bidang las, dan juga tentunya faktor keamanan dalam pengelasan juga diperhatikan. karena hidup itu sendiri berubah maka apa yang sudah kita mengerti sebelumnya harus ditambah dan ditambah setiap hari supaya kita bisa memberikan atau melakukan dengan maksimal apa yang kita kerjakan. hasilnya tentu akan lebih memuaskan.

Saya nemu jurnal ilmiah tentang Teknologi, Proses, dan Faktor Keamanan dalam Pengelasan. ini menarik buat saya dan saya akan berbagi kepada anda semua pengunjung blog ini. saya nemu artikel ini di tin105.weblog.esaunggul.ac.id. terimakasih saya ucapkan untuk artikel atau jurnal yang bagus ini.

Ini jurnal ya, bukan artikel sederhana. jadi ya panjang banget, dan Jurnal Teknologi Pengelasan ini lebih cocok untuk dibaca seorang tukang las atau bengkel las yang ingin mencari referensi tentang Teknologi, Proses Pengelasan, apa saja faktor keamanan dalam pengelasan dan semacamnya.

Makalah atau Jurnal Teknologi Pengelasan

I. Teknologi Pengelasan
"Pengelasan : Proses penyambungan dua buah (atau Lebih) logam sejenis maupun tidak sejenis dng mencairkan (memanaskan) logam tsb di atas atau di bawah titik leburnya, disertai dng atau tanpa tekanan & disertai atau tanpa logam pengisi."
Beberapa keuntungan penggunaan sambungan las (komersial & teknologi) :
- Pengelasan menghasilkan sambungan permanen.
- Sambungan lasan dapat lebih kuat dibandingkan material awal jika menggunakan logam pengisi & teknik pengelasan yang tepat.
- Umumnya pengelasan adalah proses penyambungan yang paling ekonomis ditinjau dari penggunaan material & biaya fabrikasi.
- Pengelasan tidak hanya terbatas di lingkungan pabrik, tetapi juga dapat digunakan di lapangan.

Beberapa keterbatasan & kelemahan sambungan las :
- Umumnya pengelasan dilakukan secara manual & memerlukan biaya operator yg mahal.
- Umumnya proses pengelasan membutuhkan energi besar yang cenderung berbahaya.
- Lasan sulit dibongkar, sehingga jika dibutuhkan pembongkaran produk utk perbaikan/ pemeliharaan, maka metode pengelasan tdk akan digunakan utk proses penyambungan produk tersebut.
- Sambungan las dapat menyelubungi cacat sehingga tidak terlihat. Cacat tersebut dapat mengurangi kekuatan sambungan.

Pengelasan sebagai Kegiatan Komersial :
Pengelasan dapat diaplikasikan di berbagai tempat dan di berbagai industri.
Sebagai sebuah teknologi penyambungan utk produk komersial, banyak proses pengelasan dilakukan di pabrik-pabrik. Tetapi beberapa proses pengelasan tradisional seperti Arc Welding (Las Listrik) & Oxyfuel Gas Welding (Las Oksigen) menggunakan perlengkapan yg mudah dipindah-pindah shg pengerjaannya tdk terbatas di pabrik saja, tetapi juga pengerjaan konstruksi di lapangan seperti : kapal laut, bengkel perbaikan otomotif, dll.

Secara prinsip pengelasan digunakan untuk :
1. Konstruksi (gedung, jembatan, dll).
2. Perpipaan, pressure vessels (ketel uap), boiler, tangki penampungan.
3. Bangunan kapal.
4. Pesawat udara & pesawat ruang angkasa.
5. Otomotif.

Umumnya pengelasan dilakukan oleh operator berpengalaman : Welder (Juru Las), dibantu oleh Fitter (Pembantu Juru Las).
Welder bertugas secara manual mengendalikan proses pengelasan untuk menggabungkan komponen satu dengan komponen lainnya.
Fitter bertugas mempersiapkan komponen, peralatan las, pemegang komponen yang akan di las (welding fixture).

Faktor Keamanan dalam Pengelasan
Proses pengelasan pada dasarnya berbahaya bagi manusia :
- Temperatur tinggi logam cair yg merupakan bagian yg akan di sambung.
- Pada las Oksigen, acetylene (sebagai bahan bakar) adalah bahan yang mudah terbakar.
- Proses pengelasan menggunakan energi besar untuk meleburkan bagian permukaan komponen yang akan di sambung.
- Banyak proses pengelasan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber energi panas, sehingga ada bahaya listrik beban kejut/ hubungan singkat.
- Pada las listrik, emisi radiasi ultraviolet sangat berbahaya bagi penglihatan, sehingga memerlukan helm / masker dengan jendela kaca sangat gelap utk melihat.
- Percikan api, loncatan logam cair, asap, & bagian yg melebur menambah resiko proses pengelasan.


Otomasi Pengelasan
Karena bahaya yang ditimbulkan oleh pengelasan manual serta upaya utk meningkatkan produktifitas & kualitas maka di kembangkanlah berbagai variasi mekanisasi & otomasi pengelasan, yg terbagi menjadi :

- Machine Welding (mesin las) : Operator (manusia) secara kontinu mengawasi proses & berinteraksi dng peralatan utk pengendalian operasi.
- Automatic Welding (las otomatis) : Peralatan yg memungkinkan utk melakukan proses tanpa pengaturan kendali oleh operator (manusia), misalnya peralatan utk mengatur posisi benda kerja (fixture) saat akan dilas.
- Robotic Welding (robot las) : Robot industri atau manipulator terprogram digunakan utk mengendalikan proses secara otomatis misalnya pergerakan relatif kepala las (welding head) ke benda kerja.

II. Sambungan Las
Ada 5 (lima) tipe dasar sambungan las :
1. Butt joint
2. Corner joint
3. Lap joint
4. Tee joint
5. Edge joint

gambar sambungan las

Tipe Lasan
Setiap bentuk sambungan dapat dibuat oleh pengelasan.
Beberapa tipe lasan berdasarkan bentuk geometri sambungan & proses pengelasannya :
-  Pengisian Lasan (Fillet Weld) :
1. Pengisian tunggal di dalam untuk   corner joint
2. Pengisian tunggal di luar untuk   corner joint
3. Pengisian ganda untuk   lap joint
4. Pengisian ganda untuk   tee joint

tipe pengelasan

-  Alur/ kampuh las (Groove Weld) :
a. Lasan alur persegi, satu sisi d.   Lasan alur U tunggal
b. Lasan alur tirus tunggal e.   Lasan alur J tunggal
c. Lasan alur V tunggal f.   Lasan alur V ganda

Alur kampuh las

-  Lasan Plug dan Slot :
Proses ini digunakan untuk   penyambungan antar pelat secara mendatar, menggunakan satu atau lebih lubang atau slot pada komponen atas & kemudian mengisinya dng logam pengisi untuk   menggabungkan kedua komponen pelat tersebut.

pengelasan plug dan slot

-  Lasan Spot dan Seam :
Proses ini umumnya digunakan untuk   tipe sambungan las Lap Joint

-  Lasan Flensa (flange) dan Permukaan (Surfacing) :
Flange weld umumnya digunakan untuk   pelat lembaran atau pelat tipis.
Surfacing weld adalah proses deposit logam pengisi pada permukaan material/ komponen dasar. Tujuannya untuk   mempertebal bagian dari material dasar sehingga bagian tersebut dapat digunakan sbg tumpuan pelat/ pelindung yang disusun di atasnya, atau sebagai pembatas proses pelapisan (coating) pada permukaan material dasar tersebut.

Lasan Flensa (flange) dan Permukaan (Surfacing)

Jenis-jenis proses pengelasan versi American Welding Society :
I. Fusion Welding :
Proses pengelasan dng menggunakan panas untuk   melebur kedua permukaan logam yang akan disambung. Beberapa jenis Fusion Welding menggunakan logam pengisi (filler) yang ditambahkan pada  titik logam yang lumer untuk   memadatkan & menguatkan sambungan las.
Yang termasuk Fusion Welding :

A. Las Busur (Arc Welding/ AW)
Proses pengelasan dimana pemanasan logamnya terjadi akibat adanya loncatan/ busur listrik (electric arc). Beberapa arc welding juga diikuti oleh penekanan selama proses & umumnya membutuhkan logam pengisi.
Las busur


Jenis proses AW yang menggunakan Consumable Electrodes :

1. Shielded Metal Arc Welding (SMAW/ Stick Welding)
Pada  proses ini menggunakan elektoda (stick) dng panjang 9 – 18 inch (230 – 460 mm) & diameter 3/32 – 3/8 inch (2,5 – 9,5 mm). Elektroda ini memiliki selubung mengandung fluks (flux) berupa serbuk cotton & kayu yang dicampur dng serbuk carbon & oksidanya serta kadangkala juga mengandung serbuk logam. 
Fluks/ selubung berfungsi untuk   mencegah udara (atmosphere) dan kotoran (slag) terjebak dlm logam yang mencair saat proses pengelasan. 
SMAW menggunakan arus 30 – 300 A dng voltage 15 – 45 V, tergantung dari jenis logam yang akan dilas, tipe elektroda & panjangnya, serta kedalaman penetrasi lasan yang diperlukan

Shielded-Metal-Arc-Welding

2. Gas Metal Arc Welding (GMAW).
Menggunakan kawat elektroda berdiameter 1/32 – 1/4 inch (0,8 – 6,4 mm). Gas yang digunakan sebagai  penyekat adalah argon & helium (untuk   sambungan las paduan Alumunium & Stainless steels), carbon dioxide (untuk   baja karbon/ carbon steels).
Gas-Metal-Arc-Welding

3. Flux-cored Arc Welding (FCAW)
Proses pengelasan ini menggunakan elektroda inti fluks. Merupakan bentuk hibrida dari SMAW (menggunakan fluks) dan GMAW (menggunakan gas). Memiliki keunggulan dibanding GMAW yaitu kawat elektroda yang dapat mengumpan secara terus menerus (kontinu) krn tekanan pegas.
Ada 2 (dua) tipe FCAW yaitu dng penyekat sendiri (self shielded dari fluks) & dng gas penyekat (gas shielded).

Flux-cored-Arc-Welding

4. Electrogas Welding (EGW)
Proses ini umumnya diaplikasikan untuk   sambungan Vertical Butt Joint.
EGW dapat berfungsi spt FCAW self shielded yaitu menggunakan elektroda logam berisi fluks yang dapat mengumpan secara kontinu & tanpa gas penyekat, tetapi juga dapat berfungsi spt GMAW yaitu menggunakan gas penyekat, hanya saja EGW memiliki sepatu cetakan yang mengandung logam cair.
Sepatu cetakan (molding shoe) berpendingin air berfungsi untuk   mencegah gas masuk lasan. Bersamaan dng bagian yang tersambung, di dlm sepatu bertambah logam cair (dari elektroda & material). Proses berlangsung automatically, dng pergerakan kepala las (welding head) secara vertikal naik keatas untuk   mengisi sepatu dng logam cair tersebut dlm satu siklus.
EGW di aplikasikan untuk   pengelasan baja (karbon rendah & menengah, serta stainless steel) konstruksi tangki penyimpanan besar & bangunan kapal.
Tebal elektroda 0,5 – 3,0 inch (12 – 75 mm).

Electrogas Welding

5. Submerged Arc Welding (ASW)
Adalah proses yang menggunakan pengumpan elektroda kontinu, arc shielding (busur penyekat) yang dilengkapi tempat butiran fluks (granular flux). 
Blanket butiran fluks berfungsi mencegah bunga api (spark), percikan api (spatter), & radiasi, sehingga lebih aman bagi operator dibanding proses arc welding lainnya.

Submerged Arc Welding

Jenis proses AW yang tdk menggunakan Consumable Electrodes :

1.  Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)
Pengelasan yang sering diaplikasikan untuk   proses ini spt pengelasan TIG (tungsten inert gas). GTAW dapat digunakan dng atau tanpa logam pengisi.
Elektroda tungsten tidak ikut melebur, tungsten adalah material elektroda yang baik dng titik leburnya 3410 ºC.
Gas penyekat yang digunakan spt argon, helium, atau campuran keduanya.
Proses GTAW umumnya lebih lambat dan lebih mahal dibandingkan proses consumable electroda arc welding, akan tetapi dapat diaplikasikan untuk   material yang sangat tipis serta kualitas lasan yang sangat tinggi.
baca juga Harga folding gate Bogor

Gas Tungsten Arc Welding


2. Plasma Arc Welding (PAW)
Pengelasan ini adalah bentuk khusus dari GTAW.
Pada  elektroda tungsten di pasangkan nozzle yang didesain khusus untuk   menghasilkan aliran kecepatan tinggi gas inert (argon atau campuran argon hydrogen) yang terus menerus sehingga membentuk aliran plasma.
Temperatur PAW dapat mencapai 28000 ºC atau lebih sehingga dapat meleburkan logam apapun. Temperatur ini dapat di capai karena tingginya konsentrasi untuk   memproduksi jet plasma dng diameter kecil & kepadatan energi yang sangat tinggi.
Diaplikasikan untuk   perakitan mobil, lemari besi, rangka pintu & jendela besi. Sulit digunakan untuk   pengelasan perunggu (bronze), besi tuang, timah hitam (lead), & magnesium. 

Plasma Arc Welding


3. Stud Welding (SW) 
Proses pengelasan busur (arc welding) yang khusus untuk   menyambung stud atau komponen yang sebentuk ke material dasar. Contoh aplikasinya : baut untuk   pengikat handle peralatan memasak, baut pemegang pelindung radiasi panas mesin.

Stud Welding

Baca juga tentang Kanopi Bogor ya. saya menyediakan barang dan jasa Kanopi Bogor dengan harga yang murah